Langsung ke konten utama

How To Teach English To Children in Their Golden Age


Well hello smart  readers, today i am going to tell you about “How To Teach English To Children in Their Golden Age  ”. 
 
Disini saya akan mengajak kalian bagaimana caranya untuk mengajarkan sendiri si kecil belajar bahasa asing atau second language dengan cara yang seru dan juga mudah.

Pasti di antara smart readers banyak yang ingin si kecil menjadi anak yang pandai dalam berbahasa asing,  khususnya bahasa Inggris karena tentu saja bahasa Inggris adalah bahasa Internasional, nah disini saya punya beberapa tahapan dan cara jitu dalam mengajarkan si kecil berbahasa Inggris sejak dini. Tentunya ini juga berhubungan dengan language acquisition, sebelum itu biarkan saya menjelaskan sedikit lebih mengenai language acquisition dan golden age bagi si kecil untuk mempelajari second language atau bahasa kedua.


Pertama apa itu language acquisition? Saya hanya akan menjelaskan secara umum saja, LA ( language acquisition ) adalah suatu tahapan atau proses dimana manusia memperoleh kapasitas untuk memahami, memproduksi dan menggunakan kata untuk berkomunikasi. Itulah sedikit penjelasan mengenai language acquisition, sekarang mengenai kapan saat yang tepat bagi si kecil untuk menguasai second language yaitu adalah masa golden age, pada masa ini anak akan sangat dengan cepat belajar untuk mempelajari segala sesuatu, disinilah waktu terbaik kita mengenalkan mereka pada bahasa kedua. Rentan masa golden age kisaran antara usia 2-6 tahun. Anak pada usia ini yang dikenalkan pada second language akan dengan cepat dan tanggap untuk mempelajarinya. So, smart readers, ada baiknya mulailah kenal kan si kecil pada bahasa kedua di kisaran usia ini. 


Berikut merupakan cara yang mudah untuk mengajarkan si kecil belajar berbahasa Inggris yang bisa kita dilakukan dirumah tanpa harus mengirim si kecil ke tempat bimbel:


1.       Hal pertama yang harus smart readers lakukan adalah jangan terburu-buru mengirim si kecil ke tempat bimbel yang notabennya menggunakan text book dalam proses belaja-mengajar, why? Karena jika kita mengirim anak kita ke bimbel dengan tutor yang mengajarkan lewat bahan ajar text book tanpa menggunakan natural language, itu justru akan menjadikan anak kita pintar dalam menirukan teks di buku yang kaku bukan bahasa yang di produksi secara natural, artinya si kecil hanya akan mengingat kata-kata yang berdasar pada text book dan ejaannya yang di ajarkan, sementara target kita adalah si kecil dapat berbahasa secara natural.

2.       Hal kedua yang harus di perhatikan selaku kita sebagai caretaker adalah kita sendiri, ya kita! Kenapa? Jelas saja karena kita adalah model bagi si kecil yang sudah siap untuk menirukan segala hal yang kita lakukan, bahkan kebiasaan kita saat melakukan sesuatu, mereka akan melihat dan mulai menirukannya dengan sangat cepat, tentunya kita selaku caretaker harus memahami juga mengerti hal apa saja yang boleh dan tidak dilakukan di depan si kecil saat dalam proses pembelajaran. Intinya adalah menjaga sikap, menahan emosi, serta sabar untuk mendidik si kecil dalam belajar second language ini adalah dasar  yang wajib kita sadari dan senantiasa lakukan dalam proses belajar mengajar.

3.       Setelah kedua tahap tadi dilakukan, kita mulai masuk ketahap belajar-mengajar yang tentu saja memerlukan ketulusan dan kesabaran, smart readers perlu sangat dingiingat kembali bahwa kita adalah model bagi si kecil, dan dalam pembelajaran awal yang harus kita lakukan adalah act yaitu bertingkah disertai pengucapan kata dalam bahasa Inggris tentunya, berikut contoh yang akan saya paparkan :

·         Buatlah belajar dengan si kecil menjadi seolah-olah permainan yang menyenangkan, belajar dengan anak yang sedang dalam masa golden age tentu saja amat sangat tidak memerlukan text book yang kaku layaknya mengajar pada murid sd dikisaran 8 tahun, karena si anak tentu saja belum memahami dan mengerti apa yang kita jelaskan selayaknya guru mengajar di kelas. So, yang harus kita lakukan adalah bermain sambil belajar bersama mereka bukan belajar sambil bermain ya. Smart readers belajar dengan anak menggunakan tahapan ini harus banyak menggunakan gerakan tubuh yang selaras dengan apa yang kita katakan. Misal, jika smart readers berkata “hands up” maka gerakan tubuhnya pun harus selaras dengan mengangkat kedua tangan, setelah itu si kecil akan mulai dalam tahapan imitating atau menirukan model,  mengingat kata-kata dan mulai memahami arti kata tersebut, bahwa saat kita berkata “hands up” maka tangan kita harus ke atas, begitupun seterusnya dengan kata yang berbeda dan gerak yang berbeda pula.

4.       Kembali masuk pada tahap selanjutnya yaitu belajar sambil menonton, tentu saja dengan film berbahasa Inggris ya smart readers. Tapi bukan berarti semua film berbahasa inggris dapat di tonton oleh anak kita ya, perlunya perhatian dalam memilih tontonan bagi si kecil, tentu saja kita selaku caretaker harus mendampingi si kecil saat menontonnya, juga cara ini masih sama dengan cara sebelumnya akan tetapi dengan sedikit perbedaan, yaitu model yang di perankan langsung oleh tokoh-tokoh dalam film, dan bagaimana si kecil dapat mendapatkan kata-kata baru? Tentu saja dengan bimbingan dari kita, mereka tentunya akan fokus pada gambar lucu yang bergerak dan bukan pada bahasa, tapi bagi sebagian anak akan mulai bertanya apa arti atau apa yang mereka bilang pada kita selaku caretaker. Contoh:

·         Saat kalian sedang menonton film pastinya akan membuat si kecil semangat dan merasa tertarik, disinilah peran kita harus dimainkan selaku mengajarkan mereka kata-kata baru dengan cara mengulangi ucapan dari tokoh ke sukaan si kecil beserta gerakannya ya smart readers. Misal, jika di dalam film tersebut ada tokoh yang mengatakan “run!” maka kita bisa memperagakannya sambil berlari-lari kecil.

5.       Tahap selanjutnya yang akan memerlukan tenaga lebih dalam mengajar si kecil setelah si kecil memiliki cukup banyak kkosa kata baru, yaitu memerintah mereka melakukan sesuatu, dan tentunya masih dalam gerakan dan contoh peragaan yang harus kalian lakukan ya smart readers. Contoh :

·         Ketika kalian mengatakan “close the door” sambil menutup pintu dan “open the door” sambil membuka pintu, tahapan ini akan memakan sedikit waktu hingga si kecil memahami dan dapat kita perintah, so sabar ya smart readers.

Jika semua tahapan di atas berhasil kalian jalani. Selamat, karena kalian berhasil menjadi caretaker serta guru bagi mereka dalam mempelajari second language.

Selamat mencoba smart readers.

 

Komentar

Posting Komentar